
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Indah Dhamayanti Putri, memimpin Apel Siaga Program Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan di Kantor Walikota Bima, Senin (02/03/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen bersama menjawab persoalan pengelolaan sampah serta meningkatkan kualitas lingkungan hidup secara berkelanjutan di Provinsi NTB.
Dalam amanatnya, Wagub yang akrab disapa Dinda tersebut menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri merupakan arahan nasional untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong sebagai kekuatan sosial dalam mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
“Pengelolaan sampah tidak lagi dapat dilakukan dengan pola konvensional kumpul, angkut, buang, melainkan harus beralih pada sistem yang terintegrasi, dimulai dari hulu atau sumber sampah hingga ke tempat pemrosesan akhir,” tutur Wagub Dinda.
■ Tantangan Pengelolaan Sampah Masih Besar
Pemerintah Provinsi NTB menilai persoalan sampah masih menjadi tantangan bersama. Dari sepuluh Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di NTB, baru sebagian yang menerapkan sistem pengelolaan terkontrol, sementara lainnya masih memerlukan penataan lebih lanjut.
Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap, terukur, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Selain pengelolaan sampah, peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) juga menjadi perhatian serius. Pada 2025, IKLH Provinsi NTB tercatat 77,4 dengan kategori baik, namun masih berada di bawah target nasional.
“Parameter seperti kualitas udara, kualitas air, dan tutupan lahan menjadi fokus perbaikan melalui gerakan reboisasi dan penghijauan yang konsisten,” jelasnya.
■ Bukan Sekadar Seremoni, Tapi Aksi Nyata
Wagub Dinda menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri dan NTB Asri Berkelanjutan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan panggilan untuk aksi nyata dan perubahan pola pikir masyarakat terhadap lingkungan.
“Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya dan dilakukan secara sistemik serta terukur,” tegasnya.
Sebagai simbol komitmen tersebut, apel siaga dirangkaikan dengan penanaman pohon pule di halaman Kantor Walikota Bima. Penanaman pohon ini menjadi representasi gerakan penghijauan untuk menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan perkotaan.
■ Ramadan Jadi Momentum Hijau
Wagub Dinda juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
“Penanaman pohon pule hari ini adalah simbol bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan bersama-sama,” ujarnya.
Pemerintah mengajak seluruh elemen—mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, sekolah, pesantren, tempat ibadah hingga komunitas masyarakat—untuk menjadikan gerakan ini sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan.
“Tanpa lingkungan yang sehat, pembangunan akan kehilangan pondasi. Karena itu, mari kita wujudkan NTB yang bersih, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi mendatang,” tutup Wagub Dinda. (*)













