Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menggelar program Lentera Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Al-Muwahidin.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Lentera Ramadan 2026 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten/kota di NTB, menandai berakhirnya pola kegiatan yang selama ini terpusat di Mataram.

Program Lentera Ramadan merupakan inisiatif baru Pemprov NTB sepanjang Ramadan 1447 H yang bertujuan memperkuat syiar Islam, menghidupkan kegiatan keagamaan.

Sekaligus pula, mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Rangkaian kegiatannya meliputi pengajian, tausiah, lomba-lomba religi, bazar UMKM, hingga edukasi usaha dan pemasaran digital bagi pelaku usaha kecil.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan bahwa mulai tahun 2026 ini kegiatan Ramadan tidak lagi terpusat di Islamic Center Mataram.

“Pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Ramadan terpusat di Islamic Center, Kota Mataram. Namun mulai 2026, saya meminta agar kegiatan dilaksanakan secara bergilir di seluruh wilayah NTB,” ucap Gubernur Iqbal.

Baca Juga:  Gerak Cepat Gubernur NTB, Pasien Kritis Asal Sumbawa Akhirnya Dirujuk ke RSUP

Dari Lombok Utara hingga Kota Bima

Rangkaian Lentera Ramadan 2026 dimulai di Lombok Utara pada 25 Februari–1 Maret 2026, dilanjutkan di Kota Bima pada 2–3 Maret 2026, kemudian Lombok Tengah pada 4–8 Maret 2026, dan ditutup di Islamic Center Hubbul Wathan pada 11–17 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menekankan bahwa pembangunan NTB tidak boleh lagi bersifat “Mataram Center”, melainkan harus merata hingga ke seluruh pelosok daerah, termasuk Kota dan Kabupaten Bima.

“Pembangunan tidak boleh Mataram Center. Pembangunan harus disebar dari Ampenan sampai Sape,” tegasnya.

Penguatan Layanan Kesehatan di Pulau Sumbawa

Komitmen pemerataan pembangunan juga diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan di Pulau Sumbawa. Pemprov NTB telah meningkatkan status rumah sakit provinsi di pulau tersebut.

Dimana kini telah menjadi tipe B, sehingga masyarakat tidak perlu lagi ke Mataram untuk mendapatkan layanan cath lab, pemeriksaan jantung, stroke, ginjal, dan cuci darah.

Baca Juga:  Gubernur NTB Sisir Warga Miskin Ekstrem, Sinkronkan Desa Berdaya dengan Potensi Desa

Selain itu, Pemprov NTB bersama Pemerintah Kota Bima mendorong peningkatan status rumah sakit daerah setempat dari tipe D menjadi tipe C. Gubernur Iqbal memastikan bahwa mulai Juni 2026, layanan kesehatan utama dapat dilakukan di Kota Bima.

“Langkah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi keluarga pasien yang selama ini harus tinggal berbulan-bulan di Mataram untuk mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan,” ujarnya.

Masjid dan Pasar, Spiritualitas dan Ekonomi

Gubernur Iqbal juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Ramadan yang dipadukan dengan bazar UMKM. Menurutnya, model ini mencerminkan harmoni antara kekuatan spiritual dan ekonomi masyarakat.

“Masjid dan pasar bisa menyatu. Dunia dan akhirat bisa berjalan seiring,” katanya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, menyampaikan bahwa rangkaian Lentera Ramadan di Kota Bima.

Yakni diawali dengan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Amahami bersama Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, dilanjutkan apel siaga di Kantor Pemerintah Kota Bima, peninjauan UMKM binaan, serta kunjungan kepada keluarga dalam kategori kemiskinan ekstrem.

Baca Juga:  Pelajar Moyo Hilir dan Moyo Utara Teguhkan Integritas Lewat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

Ia mengapresiasi perhatian langsung Gubernur dan Wakil Gubernur NTB kepada masyarakat. “Kehadiran pimpinan daerah NTB menjadi motivasi bagi kami di pemerintah daerah Kota Bima untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Ekonomi Tumbuh, Harga Stabil

Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, perekonomian Kota Bima menunjukkan tren pertumbuhan positif sekitar 4–5 persen per tahun dengan kontribusi terbesar dari sektor perdagangan dan jasa.

Meski inflasi masih relatif tinggi, hasil sidak pasar menunjukkan stabilitas harga sejumlah komoditas strategis, termasuk cabai merah dan kebutuhan pokok lainnya.

“Pemerintah Kota Bima memastikan ketersediaan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil dan terjangkau,” tutup Feri Sofiyan.

Melalui Lentera Ramadan 1447 H, Pemprov NTB berharap semangat kebersamaan, pemerataan pembangunan, serta penguatan ekonomi umat semakin dirasakan masyarakat di seluruh wilayah NTB, khususnya di Kota Bima. (*)