Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat, H. Muzihir. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pimpinan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Haji Muzihir mengajak seluruh masyarakat agar dapat mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan positif.

Terutama dalam memperbanyak kebajikan. Terlebih pentingnya lagi, masih kata dia, yakni menjaga kondusivitas daerah atau kemanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Mari kita jalankan ibadah ini dengan riang gembira. Barang siapa bergembira dengan datangnya bulan suci Ramadan, maka diharamkan jasadnya masuk neraka,” ujarnya di Mataram.

Ia mengimbau masyarakat Mataram khususnya dan NTB pada umumnya agar menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan serta kegembiraan sesuai tuntunan agama.

Sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi NTB, Muzihir menilai perbedaan awal Ramadan yang kerap terjadi merupakan hal biasa dan harus disikapi dengan kedewasaan beragama.

Baca Juga:  Lonjakan Harga Bikin Resah, Keluhan Warga Meningkat : DPRD NTB Turun Langsung ke Pasar

“Perbedaan hari itu sudah biasa sejak zaman Nabi. Mau 29 atau 30 hari, yang penting kita menjalankan puasa satu bulan penuh sesuai keyakinan dan tuntunan masing-masing,” katanya.

Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Muzihir juga mengajak masyarakat non-Muslim untuk saling menghormati dan bersama-sama menjaga situasi daerah tetap aman dan kondusif selama Ramadan.

Terkait potensi gangguan ketertiban seperti balap liar yang kerap terjadi usai salat tarawih, khususnya di kawasan Udayana dan jalan lingkar, ia meminta aparat keamanan bertindak tegas.

Ia mengimbau jajaran TNI, Polri, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk meningkatkan patroli dan pengawasan guna mencegah aksi balap liar maupun tawuran.

“Kalau dibiarkan, bukan hanya anak-anak Mataram yang datang, bisa juga dari Lombok Tengah, Lombok Timur, KLU dan daerah lainnya. Ini harus diantisipasi agar masyarakat tetap tenang beribadah,” tegasnya.

Baca Juga:  Enam Tambak Udang PMA di Sumbawa Ditutup Sementara

Peran Orang Tua dan Tokoh Agama

Wakil Ketua II DPRD Provinsi NTB itu menekankan pentingnya peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Ia menyebut ceramah singkat (kultum) di masjid maupun siaran keagamaan, termasuk melalui RRI, dapat menjadi sarana efektif membangun kesadaran spiritual, terutama menjelang waktu berbuka puasa.

Selain itu, Legislator Udayana dari Fraksi PPP tersebut mengingatkan para orang tua agar mengawasi aktivitas anak-anak, terutama setelah salat tarawih.

“Jangan sampai alasannya tarawih, tetapi ternyata sudah janjian untuk balap-balapan. Anak-anak tetap harus diawasi meskipun merasa sudah besar,” ujarnya.

Baca Juga:  Wagub NTB Dorong Percepatan Kualitas SDM Lewat Program Inovasi Fase 3

Tetap Produktif Selama Ramadan

Untuk mengisi bulan Ramadan, Muzihir mengajak masyarakat tetap produktif dan tidak menjadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan.

“Jangan alasan puasa lalu tidak mau bekerja. Kerja itu ibadah, tidur orang berpuasa pun ibadah. Yang penting kita isi Ramadan dengan kegiatan yang bermanfaat,” katanya.

Ia juga mendorong pengurus masjid dan musala untuk menyemarakkan Ramadan dengan kegiatan positif seperti pembagian takjil, pengajian, dan kegiatan sosial lainnya.

“Semarakkan masjid dengan kegiatan keagamaan dan sosial. Insyaallah, jika kita isi dengan hal-hal baik, daerah kita akan dijaga oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Dengan semangat kebersamaan dan pengawasan dari semua pihak, pelaksanaan ibadah Ramadan di Nusa Tenggara Barat diharapkan berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan. (*)