
NUSRAMEDIA.COM — Dukungan terhadap rencana penyesuaian tarif air bersih kembali menguat di DPRD Kabupaten Sumbawa. Kali ini datang dari Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry, yang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah rasional dan berbasis data.
Menurutnya, tarif air yang tidak mengalami penyesuaian selama 12 tahun, sementara biaya operasional terus meningkat, merupakan kondisi yang tidak sehat bagi keberlangsungan perusahaan daerah.
“Kalau biaya produksi sudah lebih tinggi dari harga jual, tentu ini tidak sehat. Pada akhirnya pelayanan ke masyarakat yang akan terdampak. Karena itu, penyesuaian tarif yang dikaji secara matang adalah langkah yang bisa dipahami,” ujarnya.
■ Jaga Kesehatan Keuangan Perumda
Zulfikar menjelaskan, ketidakseimbangan antara biaya produksi dan tarif jual dapat mengganggu stabilitas keuangan Perumda Air Minum Batulanteh. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka risiko penurunan kualitas layanan air bersih kepada masyarakat menjadi tidak terhindarkan.
Ia menegaskan bahwa DPRD tidak melihat kebijakan ini semata-mata sebagai kenaikan tarif, melainkan sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan layanan publik.
■ Soroti Aspek Keadilan Sosial
Selain pertimbangan teknis dan finansial, Zulfikar yang juga menjabat Sekretaris Partai NasDem Sumbawa menyoroti aspek keadilan sosial. Selama ini, selisih biaya produksi ditutup melalui subsidi APBD yang bersumber dari pajak seluruh masyarakat, termasuk yang bukan pelanggan Perumda.
Menurutnya, skema subsidi semacam itu perlu dievaluasi agar anggaran daerah dapat digunakan secara lebih proporsional untuk sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
■ Dukungan Bersyarat: Layanan Harus Meningkat
Meski menyatakan dukungan, DPRD Kabupaten Sumbawa menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus dibarengi komitmen peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Kami mendukung langkah kebijakan pemerintah daerah dengan beberapa alasan menaikkan tarif tentu dengan penuh pertimbangan yang sudah melalui kajian dan analisa serta regulasi yang mengaturnya. Yang terpenting, tingkatkan pelayanan secara maksimal demi masyarakat menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera,” tandasnya.
Dengan pengawalan DPRD, penyesuaian tarif air diharapkan tidak hanya memperbaiki struktur keuangan Perumda, tetapi juga menjadi momentum pembenahan manajemen dan peningkatan kualitas distribusi air bersih bagi masyarakat Sumbawa. (*)













