
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Program ini diharapkan mampu mendorong keterlibatan lintas sektor dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko stunting.
Komitmen tersebut ditegaskan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa yang juga Plt. Kepala Dinas P2KBP3A, Rachman Ansori, M.SE., saat membuka kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Aula Bapperida Kabupaten Sumbawa, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri kepala OPD atau perwakilannya serta para camat.
Pencegahan Stunting Menjadi Tanggung Jawab Bersama
Dalam sambutannya, Rachman Ansori menegaskan bahwa pencegahan dan penurunan stunting bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Salah satu bentuk nyata keterlibatan tersebut diwujudkan melalui gerakan orang tua asuh.
“Pemerintah daerah bukan hanya pemerintah saja, tetapi tugas kita semua. Mudah-mudahan semakin banyak orang tua asuh yang bergabung sebagai salah satu upaya mencegah stunting,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak orang tua asuh yang terlibat dan tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa, semakin kuat pula koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Upaya tersebut juga sejalan dengan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
GENTING Perkuat Intervensi dan Perbaikan Angka Stunting
Rachman Ansori juga mengungkapkan bahwa Kabupaten Sumbawa pernah mencatat capaian baik dalam penanganan stunting secara nasional. Namun, dalam perkembangannya, kinerja tersebut mengalami penurunan.
Oleh karena itu, melalui pelaksanaan GENTING, pemerintah daerah menargetkan penguatan intervensi serta perbaikan angka stunting hingga akhir tahun 2026.
Terkait perubahan nomenklatur organisasi perangkat daerah (OPD) ke depan, ia menegaskan bahwa penyesuaian kelembagaan bukan berarti menghentikan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sebaliknya, perubahan tersebut merupakan bagian dari penataan agar pelaksanaan program dan tata kelola menjadi lebih baik.
“Tanpa pemberdayaan, pembangunan itu hanya sekadar bangunan saja. Kita membangun banyak Puskesmas, tetapi kalau tidak ada tenaga kesehatannya, tentu sia-sia,” tegasnya.
Perkuat Koordinasi hingga Tingkat Kecamatan dan Desa
Sementara itu, Sekretaris Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa, dr. Nieta Aryani, menyampaikan bahwa kegiatan GENTING diharapkan mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap program inovasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Selain itu, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan calon orang tua asuh untuk melakukan intervensi terhadap Keluarga Risiko Stunting (KRS), sekaligus memperkuat evaluasi dan tindak lanjut pelaksanaan program.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan koordinasi mulai dari tingkat kecamatan hingga desa agar informasi dan pemahaman mengenai GENTING dapat tersampaikan secara merata kepada seluruh pihak terkait.
“Kalau informasi dan pemahamannya sudah masif, maka kita bisa berjalan dan bekerja bersama. Tujuan akhirnya tetap sama, yaitu menurunkan stunting di Kabupaten Sumbawa,” tutupnya.
Bangun Kepedulian Bersama untuk Generasi Sumbawa Berkualitas
Melalui GENTING, Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap tumbuhnya kepedulian dan partisipasi lintas sektor serta masyarakat dalam memperkuat intervensi terhadap keluarga berisiko stunting.
Kolaborasi melalui gerakan orang tua asuh ini diharapkan menjadi salah satu upaya penting dalam mempercepat penurunan stunting demi mewujudkan generasi Sumbawa yang sehat dan berkualitas. (*)













