
NUSRAMEDIA.COM — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa memberlakukan sistem Belajar Dari Rumah (BDR) bagi sekolah-sekolah yang terdampak bencana alam angin puting beliung.
Kepala Dinas Dikbud Sumbawa, Budi Sastrawan, mengatakan bahwa kebijakan tersebut diambil demi menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik, mengingat kondisi cuaca yang masih belum stabil.
Hal itu disampaikannya kepada wartawan di ruang kerjanya. Budi mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya mencatat tiga sekolah yang mengalami dampak langsung akibat terjangan angin puting beliung beberapa waktu lalu.
Ketiga sekolah tersebut yakni SDN Kelungkung di Kecamatan Batulante, SDN 1 Muer di Kecamatan Pelampang, serta SDN Gontar Baru di Kecamatan Alas Barat. “Sekolah-sekolah itu sudah kami laporkan secara resmi ke Kepala BPBD untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” ujarnya.
Terkait proses kegiatan belajar mengajar, Dikbud Sumbawa telah menginstruksikan kepada masing-masing kepala sekolah agar menerapkan sistem BDR selama kondisi cuaca belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
Namun demikian, apabila kondisi cuaca telah membaik, pembelajaran akan kembali dilaksanakan dengan sistem sif atau bergantian, guna mengantisipasi potensi risiko lanjutan.
“Kami meminta kepala sekolah mengambil kebijakan BDR terlebih dahulu karena kondisi angin yang cukup ekstrem. Setelah situasi normal, pembelajaran dilakukan secara sif, ada yang masuk pagi dan ada yang siang,” jelas Budi.
Mengenai penanganan fisik bangunan sekolah yang terdampak, Dikbud Sumbawa belum dapat memastikan langkah teknis yang akan diambil. Namun seluruh data kerusakan telah diserahkan kepada BPBD Kabupaten Sumbawa untuk ditindaklanjuti.
“Data sudah kami serahkan ke BPBD. Terkait penanganannya nanti apakah melalui BTT atau mekanisme lainnya, itu menjadi kewenangan BPBD,” pungkasnya. (*)













