PENDIDIKAN

Tiga Sekolah Tinggi Hamzar Kembali Gelar Wisuda, Kadikes NTB Puji Kontribusi Besar TGH Hazmi Hamzar

Anggota DPRD Provinsi NTB yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. TGH Hazmi Hamzar, SH, MH saat memberikan sambutan dalam wisuda tersebut. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Tiga Sekolah Tinggi Hamzar yang berada di bawah naungan Yayasan Maraqitta’limat kembali menggelar Wisuda Bersama dan Pengambilan Sumpah Profesi yang berlangsung di Lombok Raya Mataram, Minggu 7 Januari 2024.

Tiga lembaga pendidikan yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Hamzar, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Hamzar dan Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Hamzar mewisuda dan mengambil sumpah profesi ners dan bidan sebanyak 280 orang.

Menariknya yaitu banyak mahasiawa yang sedang menempuh pendidikan maupun yang sudah diwisuda di tiga Sekolah Tinggi Hamzar adalah dari kalangan non muslim seperti Hindu dan Kristen. Artinya STIKES, STKIP maupun STEI Hamzar bersifat inklusif atau terbuka untuk semua kalangan. Karena kampus ini pada dasarnya memiliki tujuan untuk membangun bangsa dan negara.

Hal ini juga diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Dr. TGH Hazmi Hamzar, SH, MH saat memberikan sambutan dalam wisuda tersebut. Ulama yang dikenal moderat ini mengatakan, keberadaan Yayasan Maraqitta’limat ini keberadaannya tak hanya dirasakan oleh masyarakat muslim saja, namun juga non muslim.

Baca Juga:  Diskominfotik NTB Teken PKS dengan FMIPA UNRAM

“Alhamdulillah sekolah kita ini dinikmati oleh semua pihak. Tak ada larangan bagi pemeluk agama lain untuk masuk di Perguruan Hamzar ini,” kata anggota DPRD Provinsi NTB ini.

Ia mengatakan, tiga perguruan tinggi Hamzar ini yaitu STIKES, STKIP maupun STEI Hamzar lahir untuk memperbaiki dan meningkatkan tiga pilar pembentuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB yaitu kesehatan, pendidikan dan ekonomi masyarakat.

“Dari segi kesehatan, NTB kan masih rendah jika dibanding daerah lain. Tak ada cara lain kita untuk meningkatkan kualitas kesehatan kecuali melalui jalur pendidikan. Nanti jika pendidikan semakin tinggi, kualitas kesehatan juga Insya Allah semakin baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Mau Ahli Pariwisata? Buruan Daftar di Poltekpar Lombok !

Selanjutnya STEI Hamzar lahir sebagai respons atas realitas masyarakat NTB yang kondisi ekonominya belum tinggi. Sehingga untuk memperbaiki ekonomi masyarakat harus melalui pendidikan.

“Kemudian di bidang sumberdaya kependisikan, dengan adanya STKIP Hamzar ini guru PAUD kita sekarang sudah sarjana. Mereka adalah fondasi untuk mencetak generasi terbaik di masa depan,” terang cendikiawan Muslim asal NTB ini.

Hadir dalam kegiatan wisuda tersebut Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Bali-NTB Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, Sekretaris Kopertais Wilayah XIV Mataram Dr H Nazar Naamy, Pj Gubernur NTB yang diwakili oleh Kadis Kesehatan NTB Dr.dr Lalu Hamzi Fikri dan sejumlah mitra Yayasan Maraqitta’limat lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Dr. dr. Lalu Hamzi Fikri dalam kesempatan tersebut memuji TGH Hazmi yang telah berkontribusi besar untuk masyarakat melalui lembaga pendidikan yang didirikan maupun melalui lembaga DPRD. Sebab ia adalah anggota DPRD NTB sejak tahun 1992 silam.

Baca Juga:  Diskominfotik NTB Teken PKS dengan FMIPA UNRAM

“Beliau adalah panutan kita, baik sebagai akademisi maupun anggota dewan. Lembaga Pendidikan Hamzar ini inline dengan upaya peningkatan IPM kita di NTB,” ujarnya.

Pemprov NTB sendiri kata Hamzi terus berupaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di era transformasi kesehatan saat ini. Namun yang masih menjadi tantangan yaitu bagaimana memastikan akses dan kualitas layanan kesehatan diberikan dengan baik.

Ia berpesan kepada lulusan sarjana ilmu kesehatan, profesi ners dan kebidanan yang sudah diambil sumpahnya agar memberi penekanan pada akses dan kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat dalam bertugas.

“Di NTB total ada 176 puskesmas, 43 rumah sakit dan klinik-klinik yang cukup banyak. Ini sudah diisi oleh tenaga-tenaga kesehatan. Ada juga yang sudah purna tugas dan hal ini harus berkelanjutan,” kata Lalu Hamzi Fikri. (red)