Keterangan foto : Ketua TP-PKK bersama Ketua DWP Sumbawa Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E - Nur Isna Sitoresmi Budi Prasetiyo saat membersamai anak-anak di Desa Kalimango. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Kepedulian terhadap korban musibah kebakaran kembali ditunjukkan oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sumbawa.

Kedua organisasi ini turun langsung menyalurkan bantuan sekaligus memberikan pendampingan psikologis kepada anak-anak terdampak kebakaran pemukiman di Dusun Pok, Desa Kalimango, Kecamatan Alas.

Kegiatan kemanusiaan tersebut dilaksanakan di SD Negeri 6 Alas, Selasa (24/03/2026), dan turut dihadiri oleh Camat Alas serta pihak terkait lainnya. Dalam aksi tersebut, berbagai bantuan disalurkan untuk meringankan beban para korban, khususnya anak-anak.

Baca Juga:  NTB Bidik Status Business Friendly, Gubernur Iqbal Siap Selaraskan Pemerintah dengan Dunia Usaha

Bantuan yang diberikan meliputi 35 paket perlengkapan sekolah, 16 dus pakaian layak pakai, 10 dus air mineral, serta 60 paket goodie bag berisi makanan ringan untuk anak-anak. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan kepedulian anggota Dharma Wanita Persatuan.

Ketua TP PKK Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Semoga bantuan yang disalurkan ini dapat meringankan beban para korban dan menjadi penyemangat untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Disnakertrans Sumbawa Bentuk Satgas dan Posko THR, Perusahaan Diminta Taat Aturan

Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Sumbawa, Nur Isna Sitoresmi Budi Prasetiyo, menekankan pentingnya pemulihan psikologis, terutama bagi anak-anak yang terdampak. Menurutnya, pasca kebakaran, trauma menjadi hal yang tidak bisa dihindari.

Oleh karena itu, selain bantuan logistik, kegiatan trauma healing juga dilakukan dengan melibatkan Komunitas Remaja Sehat Sumbawa (KORASA), psikolog, serta ibu-ibu TP PKK dan DWP. Kegiatan trauma healing tersebut dikemas dengan berbagai kegiatan.

Antara lainnya melalui aktivitas bermain bersama yang bertujuan menghibur sekaligus membantu anak-anak melupakan pengalaman traumatis yang mereka alami. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para korban, khususnya anak-anak, dapat kembali ceria dan memiliki semangat baru untuk melanjutkan kehidupan mereka. (*)

Baca Juga:  Antisipasi Kemarau Panjang, Petani Sumbawa Diminta Bijak Tentukan Pola Tanam