Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, ST saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kabupaten Sumbawa-NTB. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Ratusan pelajar dan pemuda dari wilayah Moyo Hilir dan Moyo Utara antusias mengikuti kegiatan Sarasehan yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Jumat (21/2/2026), di Aula SMAN 1 Moyo Utara.

Kegiatan ini mengangkat tema besar : “Pelajar Berintegritas, Bangsa Bermartabat” ini menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan bagi generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut terselenggara merupakan kolaborasi atau kerja sama Wakil Ketua Badan Penganggaran MPR RI, H. Johan Rosihan, bersama MY Institute. Acara dipandu oleh moderator Yadi Satriadi, MA, dan diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya sebagai simbol penguatan semangat nasionalisme.

Penguatan Karakter Sejak Dini

Kepala SMAN 1 Moyo Utara, Iwan Nuddin, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut di lingkungan sekolahnya. Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter dan lingkungan pergaulan positif menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi unggul.

Ia berharap, dalam sepuluh tahun ke depan, akan lahir generasi asal Sumbawa yang mampu berkiprah di tingkat nasional. “Persiapan harus dimulai dari sekarang, dengan memperkuat integritas dan kualitas diri,” pesannya kepada para peserta.

Baca Juga:  Baru 23 Desa Penuhi Syarat Cairkan DD

Empat Pilar sebagai Fondasi Bangsa

Dalam sesi sosialisasi, H. Johan Rosihan menekankan bahwa tujuan hidup bukan sekadar meraih jabatan, melainkan sejauh mana seseorang dapat memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat. Pesan tersebut menjadi pengantar pembahasan substansi Empat Pilar MPR RI.

Ia menjelaskan, Empat Pilar meliputi Pancasila sebagai dasar negara, Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman.

Menurutnya, perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Regenerasi kepemimpinan harus dipersiapkan secara terarah melalui pemahaman nilai kebangsaan yang utuh.

Ia juga memotivasi pelajar bahwa latar belakang daerah bukan penghalang untuk berkiprah di tingkat nasional selama memiliki komitmen, integritas, dan kerja keras.

Baca Juga:  Lonjakan Harga Bikin Resah, Keluhan Warga Meningkat : DPRD NTB Turun Langsung ke Pasar

Indonesia Emas 2045 dan Regenerasi Kepemimpinan

Pemateri kedua, Dr. Miftahul Arzak, mengangkat tema “Indonesia Emas 2045”, yang menandai 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Ia menjelaskan bahwa bonus demografi akan menempatkan generasi muda sebagai penentu arah bangsa.

Dalam konteks tersebut, ia menggagas pembentukan program Sekolah Pilar Muda, sebuah pendidikan kepemudaan berbasis kegiatan sosial. Program ini dirancang melalui tahapan seleksi, karantina, hingga penyampaian gagasan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa serta pimpinan DPRD Kabupaten Sumbawa.

Program ini bertujuan melatih daya kritis pemuda terhadap persoalan di lingkungan sekitar serta kemampuan merumuskan solusi secara sistematis. Peserta juga direncanakan mendapatkan pendampingan langsung dari Johan Rosihan sebagai mentor dalam memahami persoalan publik dan teknik penyusunan solusi.

“Masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi oleh kepedulian dan keberanian untuk bertindak,” tegas Dr. Miftahul Arzak.

Tantangan Integritas di Era Digital

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Peserta mengangkat isu implementasi nilai integritas di kalangan generasi muda serta peran pelajar menghadapi maraknya hoaks dan ujaran kebencian di era digital.

Baca Juga:  Ratusan Peserta PBI-JKN Sumbawa Direaktivasi

Para pemateri menekankan bahwa nilai kebangsaan harus diinternalisasi, bukan sekadar menjadi slogan. Integritas lahir dari pemahaman nilai yang kuat, kesadaran identitas, serta tanggung jawab atas setiap tindakan, termasuk di media sosial.

Dalam konteks digital, peserta diingatkan bahwa setiap unggahan memiliki konsekuensi jangka panjang. Media sosial merupakan ruang publik yang menuntut etika, tanggung jawab, dan kontrol diri sebagai bagian dari implementasi Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ditutup pada pukul 17.38 Wita dengan harapan agar pelajar dan pemuda Sumbawa mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Melalui pendekatan dialogis dan motivasional, sosialisasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif, tetapi juga membentuk sikap dan perilaku generasi muda yang berintegritas serta berkomitmen terhadap persatuan bangsa. (*)