Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H. M. Berlian Rayes saat di Masjid Besar Al-Islah, Kecamatan Utan. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Momentum Ramadan 1447 Hijriah menjadi ruang istimewa bagi para pemimpin daerah untuk mempererat silaturahmi sekaligus menebarkan syiar kebaikan.

Nuansa itupun terasa hangat dalam kegiatan Safari Ramadan yang digelar di Masjid Besar Al-Islah, Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat beberapa hari lalu.

Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, H M Berlian Rayes, S.Ag., M.M.Inov hadir di tengah ratusan jemaah dan menyampaikan Kuliah Tujuh Menit (Kultum) menjelang salat Tarawih.

Kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda formal, melainkan menjadi ruang refleksi spiritual bersama masyarakat. Nampak suasana hangat penuh kebersamaan menjadi warna dalam momen ini.

Tiga Pilar Karakter Muslim

Baca Juga:  Wabup Sumbawa Salurkan Bantuan untuk Masjid dan Warga Kurang Mampu

Dalam tausiyah singkatnya, H M Berlian Rayes menguraikan tiga pilar utama pembentuk karakter muslim selama bulan suci Ramadan: syukur, sabar, dan tawakkal.

Ia mengawali kultum dengan mengajak jemaah merenungkan nikmat kesehatan dan iman yang dianugerahkan Allah SWT. Menurutnya, kesempatan menjalankan ibadah puasa adalah keistimewaan spiritual yang tidak dimiliki semua orang.

“Tidak semua orang mau dan mampu melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” kata pria yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa tersebut.

“Karena itu, bersyukurlah bagi setiap muslim dan muslimah yang saat ini diberikan kekuatan oleh Allah SWT untuk melaksanakannya. Syukur adalah kunci bertambahnya nikmat,” imbuhnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Ramadan, kata dia, adalah sekolah kehidupan yang melatih kesabaran dalam menghadapi berbagai dinamika dan ujian.

Baca Juga:  Peternakan NTB Bertransformasi, Surplus Terjaga, Hilirisasi Ayam Terintegrasi Dimulai

“Ramadan melatih kita bersikap tenang dalam menghadapi cobaan. Sebagaimana janji Allah, Allah bersama orang-orang yang sabar,” ujarnya di hadapan jemaah yang menyimak dengan khidmat.

Tawakkal : Keseimbangan Ikhtiar dan Kepasrahan

Selain syukur dan sabar, Berlian Rayes menekankan pentingnya tawakkal sebagai fondasi spiritual. Setelah berikhtiar melalui ibadah dan kerja keras, seorang muslim hendaknya menyerahkan hasilnya sepenuhnya kepada Allah SWT.

Menurut dia, sikap tawakkal mencerminkan keseimbangan antara usaha maksimal manusia dan kesadaran penuh akan ketergantungan kepada Sang Pencipta.

Baca Juga:  Jarot-Ansori Tancap Gas, Program Pengairan Pertanian Jadi Bukti Kinerja Awal

Ia juga menegaskan bahwa jabatan sebagai wakil rakyat merupakan sarana pengabdian. Tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat kontribusi moral dan spiritual di tengah masyarakat.

“Semoga ibadah puasa dan amal-amal kebaikan kita diterima oleh Allah SWT. Mari kita jadikan Ramadan ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih tangguh dan peduli sesama,” pungkasnya sebelum menutup kultum dengan doa bersama.

Safari Ramadan di Masjid Al-Islah pun menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial—ia menjelma menjadi ruang penguatan iman, kebersamaan, dan komitmen membangun masyarakat yang religius serta berkarakter. (*)