
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sekaligus menghapus stigma bahwa SMK menjadi penyumbang angka pengangguran.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTB saat melakukan kunjungan kerja ke SMKN 1 Kopang, Lombok Tengah, kemarin. Dalam kesempatan itu, gubernur menekankan pentingnya sertifikasi keahlian sebagai bekal utama bagi lulusan SMK agar lebih mudah terserap di dunia kerja.
“SMK tidak boleh lagi menjadi penyumbang pengangguran. Salah satu kendala selama ini adalah persoalan sertifikasi melalui LSP-P (Lembaga Sertifikasi Profesi). Karena itu, semester ini pemerintah provinsi menyiapkan subsidi untuk sekitar 420 hingga 430 sertifikasi,” ujarnya.
Menurutnya, program ini dirancang agar para siswa tidak hanya mengantongi ijazah saat lulus, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional bahkan internasional. Dengan demikian, peluang lulusan SMK untuk bekerja di dalam negeri maupun luar negeri menjadi lebih terbuka.
Jika program tersebut terbukti efektif, Pemprov NTB berencana menjadikannya sebagai program rutin yang dianggarkan setiap tahun.
Selain sertifikasi, gubernur juga menyoroti kesenjangan perkembangan antara SMK di wilayah perkotaan dan pedesaan. SMK di kota dinilai berkembang lebih cepat karena jumlah siswa yang besar sehingga dana Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang terkumpul juga lebih tinggi.
Sebaliknya, SMK di daerah pedesaan seperti Kopang kerap menghadapi keterbatasan finansial. Hal ini disebabkan sebagian besar siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi desil 1 dan 2 atau kategori kurang mampu sehingga tidak mampu membayar BPP.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Pemprov NTB tengah menyiapkan skema investasi pendidikan melalui dana BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Daerah).
“Insya Allah kami akan investasi BOSDA untuk daerah-daerah yang siswanya banyak berasal dari keluarga berpenghasilan rendah. Kami ingin perkembangan SMK di kota dan desa bisa bersaing secara adil,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, gubernur juga memberikan motivasi kepada para siswa agar terus semangat mengejar prestasi. Ia menegaskan bahwa siswa yang berasal dari desa tetap memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan seperti siswa di perkotaan.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Kopang, Lalu Subhanudin, M.Pd, mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya melalui kerja sama dengan Pertamina Pusat melalui program Pertamina Enduro.
“Alhamdulillah, melalui kerja sama dengan Pertamina kami sudah menghadirkan dua pembalap MotoGP untuk memberikan motivasi langsung kepada siswa. Selain itu, setiap tahun siswa kami juga akan mendapatkan pelatihan langsung dari mekanik nasional di Jakarta,” ungkapnya.
Kerja sama tersebut juga akan diwujudkan dalam pembangunan bengkel praktik dengan branding bersama antara SMK dan Pertamina Enduro. Fasilitas ini diharapkan menjadi laboratorium nyata bagi siswa dari tujuh jurusan yang ada di SMKN 1 Kopang, mulai dari Teknologi Kendaraan Ringan hingga Desain Komunikasi Visual.
Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi lulusan SMK sehingga siap bersaing di dunia kerja sekaligus memperkuat pemerataan kualitas pendidikan vokasi di Nusa Tenggara Barat. (*)













