Kepala Bapperida Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo. (Ist)

NUSRMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa tengah mematangkan langkah strategis dalam pengembangan kawasan Samota melalui penyusunan blueprint atau cetak biru yang komprehensif. Dokumen ini akan menjadi acuan utama dalam mengintegrasikan konsep ekonomi biru dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Kepala Bapperida Sumbawa, Dr. Deddy Heriwibowo, menegaskan bahwa penguatan perencanaan menjadi kunci agar pengembangan kawasan berjalan selaras dengan program pemerintah di berbagai tingkatan.

“Kita akan perkuat dari sisi perencanaan melalui penyusunan blueprint, sehingga pengembangan yang dilakukan selaras dengan program pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah,” ujarnya.

Menurut Deddy, integrasi kawasan ekonomi biru dengan KEK Samota dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan simultan, tidak parsial, dan tetap mengedepankan keseimbangan antara eksploitasi dan konservasi.

Baca Juga:  Lombok Jadi Tuan Rumah Rakornas BPR Syariah 2026 : Gubernur NTB Dorong UMKM Naik Kelas

Ia juga mengungkapkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, yang saat ini turut menyusun blueprint pariwisata kawasan Samota. Salah satu fokusnya adalah penguatan ikon hiu paus sebagai daya tarik utama.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dispar Provinsi, termasuk pengembangan pariwisata dengan maskot hiu paus yang menjadi perhatian mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, blueprint tersebut akan menjadi landasan dalam pembagian peran dan kewenangan antar pemangku kepentingan, guna memastikan pengelolaan kawasan berjalan sinergis tanpa menimbulkan konflik.

Baca Juga:  Bupati Sumbawa Sidak Sejumlah OPD, Pastikan Layanan Publik Kembali Optimal

Dalam penyusunannya, keterlibatan berbagai pihak akan diperjelas, termasuk Pemerintah Provinsi NTB, serta Kabupaten Sumbawa dan Dompu sebagai wilayah yang sama-sama masuk dalam kawasan Samota.

Secara geografis, wilayah Teluk Saleh sebagian besar berada di Kabupaten Sumbawa dengan 16 desa yang termasuk dalam kawasan tersebut. Sementara itu, di Kabupaten Dompu, kawasan mencakup wilayah Calabai hingga Tambora.

“Karena ini lintas daerah, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB menjadi penting sebagai leading sector dalam pengembangan kawasan,” tambahnya.

Pengembangan kawasan ekonomi biru dan KEK Samota dinilai memiliki potensi besar, terutama di sektor pariwisata dan kelautan. Teluk Saleh sendiri dikenal sebagai salah satu habitat hiu paus yang langka di Indonesia, selain Teluk Cenderawasih.

Baca Juga:  Komitmen Bersama DPRD dan Eksekutif, Pembahasan LKPJ 2025 Harus Tepat Waktu

Deddy menegaskan bahwa penyusunan blueprint ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan kawasan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjamin tata kelola yang berkelanjutan.

“Substansi utama blueprint ini adalah memperjelas arah pengelolaan Teluk Saleh agar tidak hanya fokus pada pembangunan ekonomi, tetapi juga menciptakan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)