Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, dalam Rapat Persiapan PPIH yang digelar di Asrama Haji Lombok. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, khususnya di Embarkasi Lombok, agar berjalan aman, tertib, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfotik NTB, Safrudin, SH, MH, yang juga bertugas sebagai Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Lombok, dalam Rapat Persiapan PPIH yang digelar di Asrama Haji Lombok, kemarin.

Rapat tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, TNI/Polri, Imigrasi, otoritas bandara, maskapai penerbangan, hingga instansi terkait lainnya. Keterlibatan lintas sektor ini menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh tahapan pelayanan jamaah berjalan optimal.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, Lalu Muhamad Amin, mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh stakeholder dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.

Baca Juga:  Pemprov NTB dan IOA Satukan Kekuatan, Penguatan Guru Jadi Agenda Mendesak

“Penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting, karena merupakan pelaksanaan perdana dalam struktur Kementerian Haji dan Umrah yang baru. Ini adalah amanah besar yang harus kita jalankan dengan pelayanan terbaik bagi jamaah,” ujarnya.

Berdasarkan jadwal, jamaah haji NTB akan mulai masuk Asrama Haji pada 21 April 2026 pukul 06.00 WITA, dan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 22 April 2026 dini hari.

Selama masa tunggu di embarkasi, seluruh petugas diminta memastikan layanan berjalan optimal agar jamaah dapat mempersiapkan ibadah dengan baik dan nyaman.

Seluruh dokumen jamaah, termasuk visa, telah diselesaikan sebelum bulan Ramadan. Saat ini, koordinasi terus dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk syarikah, untuk distribusi kartu Nusuk yang akan dilaksanakan di embarkasi sebagai bagian dari penyesuaian sistem layanan terbaru.

Baca Juga:  Strategi Baru Sumbawa : Tutup Kebocoran Ekonomi Lewat Lelang Komoditas

Selain itu, tahapan penting seperti penetapan kuota, pelaksanaan manasik haji, serta bimbingan teknis petugas telah diselesaikan lebih awal. Hal ini dilakukan agar jamaah memiliki waktu yang cukup untuk menjaga kondisi kesehatan menjelang keberangkatan.

Untuk memastikan kesiapan menyeluruh, akan dilakukan simulasi pelayanan jamaah, mulai dari kedatangan di embarkasi hingga proses pemberangkatan ke bandara.

Peningkatan layanan juga terlihat di bandara, di mana jamaah tidak lagi diturunkan di area terbuka. Mereka akan langsung diarahkan melalui fasilitas kedatangan yang dilengkapi eskalator dan lift, terutama untuk mendukung kenyamanan jamaah lansia dan prioritas.

Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Embarkasi Lombok, Lalu Madahan, menyampaikan bahwa kesiapan operasional asrama haji telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan mencapai 100 persen pada 15 April 2026.

Fasilitas utama yang disiapkan meliputi Gedung Mina, Arafah, dan Shafa sebagai pusat layanan jamaah, serta Gedung Namira yang difungsikan sebagai pusat kegiatan panitia. Seluruh kamar telah dilengkapi berbagai amenitas seperti perlengkapan mandi, selimut, handuk, serta fasilitas pendukung lainnya.

Baca Juga:  Sumbawa Siap Gelar Tes Kemampuan Akademik

Selain itu, disiapkan pula konsumsi ringan, ketersediaan air bersih, serta dukungan listrik melalui genset berkapasitas 500 kVA sebagai langkah antisipasi.

Dalam upaya mewujudkan layanan haji yang inklusif, pihak asrama juga menyediakan kursi roda dan fasilitas pendukung lainnya bagi jamaah lansia dan penyandang disabilitas.

Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa melalui sinergi yang kuat antar seluruh pihak, diharapkan seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji—mulai dari pemberangkatan hingga kepulangan jamaah—dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan pelayanan terbaik.

“Kami berharap seluruh proses pemberangkatan hingga kepulangan jamaah haji NTB dapat berjalan optimal, sehingga jamaah dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” tutup Safrudin. (*)