
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dapat disesuaikan dengan kondisi ibadah puasa, salah satunya melalui penyediaan makanan dalam bentuk kering yang memiliki daya tahan lebih lama hingga waktu berbuka.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM), Dr. Rusmayadi, kepada wartawan. Menurutnya, makanan kering seperti roti dinilai lebih aman dari risiko basi tanpa mengurangi kandungan gizi yang dibutuhkan para siswa.
“Kami berharap bisa dalam bentuk kering seperti roti, karena secara gizi tidak akan mengurangi seperti biasanya. Tidak mungkin kalau basah, karena rawan basi,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Sumbawa juga menginginkan pendistribusian makanan tetap dilakukan di sekolah masing-masing. Skema penetapan titik pengambilan tertentu untuk beberapa sekolah dinilai kurang efektif karena dikhawatirkan menyulitkan orang tua siswa.
“Kami khawatir jika ada penetapan lokasi pengambilan tertentu untuk beberapa sekolah, maka orang tua siswa akan kesulitan mengambil,” ucapnya.
Rusmayadi menjelaskan, usulan pemberian makanan kering tersebut telah disampaikan kepada Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN). Saat ini pemerintah daerah masih menunggu surat edaran resmi terkait skema yang akan diterapkan selama Ramadan.
Menurutnya, terdapat dua skema yang diajukan pemerintah daerah, sementara opsi ketiga berupa penggantian dalam bentuk uang tunai dinilai cukup berat untuk dilaksanakan.
Penyaluran program MBG direncanakan dimulai pada hari pertama masuk sekolah setelah kebijakan ditetapkan. Pemkab Sumbawa berharap usulan tersebut dapat disetujui sehingga manfaat program tetap dirasakan optimal oleh para siswa selama bulan puasa.
“Kami berharap apa yang kita usulkan bisa disetujui, tetapi kami tetap menunggu surat resmi dari BGN terkait skema apa yang akan diambil nanti,” jelasnya.
Rusmayadi menambahkan, setelah pemerintah daerah menerima keputusan resmi dari BGN, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah penerima agar pelaksanaan program berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kalau ada informasi dari BGN kami berharap bisa segera diberikan ke kita (Satgas) sehingga kami bisa segera menginformasikan ke sekolah agar menyiapkan para penerima,” pungkasnya. (*)













