NASIONAL

Tiga Wartawan Dinyatakan Belum Kompeten

Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama BUMN dari tanggal 18-19 Januari 2024 berjalan lancar dan sukses. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama BUMN dari tanggal 18-19 Januari 2024 berjalan lancar dan sukses.

Kegiatan UKW di NTB berlangsung di Hotel Prime Park, Kota Mataram. Meski demikian, sebanyak tiga wartawan yang menjadi peserta UKW dinyatakan belum kompeten.

Tepat di acara penutupan, Ainur Rohim selaku Koordinator Penguji PWI Pusat melaporkan, bahwa dari 48 peserta, tercatat ada 2 peserta yang tidak hadir. Setelah dilakukan proses pengujian, 43 peserta dinyatakan berkompeten.

Baca Juga:  Ketum PP KAMMI Singgung Biaya Pendidikan yang Mahal

Sedangkan 3 peserta lainnya dinyatakan belum kompeten. “Sinergitas PWI Pusat dengan BUMN ini sangat penting untuk mempercepat capaian wartawan profesional dan berakhlak,” kata pria yang juga Ketua PWI Jawa Timur ini.

Sementara itu, Ketua PWI NTB M Nasrudin Zen mengatakan, keterlibatan BUMN dalam memfasilitasi UKW menunjukkan besarnya perhatian BUMN terhadap peningkatan SDM kewartawanan.

Terutama, bagi anggota PWI dilingkup Provinsi NTB. “Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah PWI Pusat yang belerja sama dengan BUMN,” tutur pria yang kerap disapa Nas ini.

Baca Juga:  Ketum PP KAMMI Singgung Biaya Pendidikan yang Mahal

“Alhamdulillah, sangat membantu semoga di masa depan NTB dapat tambahan (kuota). Ini sangat bermanfaat bagi PWI dan anggotanya. Kini kami merasakan marwah profesi itu sudah kembali lagi,” imbuhnya.

Kepada para peserta yang dinyatakan kompeten, Nasrudin berpesan untuk terus belajar dan menambah pengetahuan. Dengan begitu, wartawan anggota PWI di NTB dapat semakin berkompeten dan profesional dalam bekerja.

Sedangkan kepada peserta yang belum kompeten, dia berharap dapat terus belajar dari kegagalan yang ada, untuk kembali mengikuti UKW berikutnya.

Baca Juga:  Ketum PP KAMMI Singgung Biaya Pendidikan yang Mahal

“Teruslah belajar, karena ini bukan akhir dalam pengembangan ilmu jurnalistik, tetapi sebagai langkah awal agar lebih berkembang dan lebih baik,” imbaunya.

Peningkatan kompetensi wartawan dinilainya menjadi sangat penting. Apalagi di era digitalisasi seperti saat ini. Oleh karenanya, wartawan anggota PWI NTB terus didorong mengembangkan dan menyesuaikan diri.

“Dengan begitu, kedepan wartawan bisa semakin memiliki kemampuan yang profesional dan semakin berakhlak. Baik itu ditengah masyarakat, maupun melalui tulisannya di media massa mereka masing-masing,” tutup Nasrudin. (red)