PARIWISATA

NTB-Bali Sepakat Bangun KWT

64

NUSRAMEDIA.COM — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi Bali nampaknya bersepakat akan membangun Konsep Wisata Terpadu (KWT) menjelang MXGP of Indonesia Samota Sumbawa 2022.

Demikian ditegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB melalui pihak Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB. Hal ini dibenarkan oleh Ketua BPPD NTB, Ari Garmono, Selasa (14/6) kemarin.

BPPD NTB, kata Ari Garmono, telah melalukan penjajakan kerjasama pariwisata baik dalam hal promosi maupun integrasi destinasi, bertempat di Kantor Wakil Gubernur Bali, Denpasar.

Baca Juga:  Sky Lancing Tawarkan Modus Selfie Laboratory

Disampaikannya, momentum MXGP Samota dinilainya sangat tepat bagi para pelaku wisata di Bali untuk lebih mengenal NTB secara keseluruhan. “Untuk itu, melalui BPPD Bali, kami mengundang para pelaku wisata di Bali untuk hadir pada gelaran event MXGP Samota,” kata Ari Garmono.

Selain itu, Ketua BPPD NTB itu menambahkan, akan ada potensi overland hingga ke Sumbawa. Mengingat diversifikasi destinasi masing-masing pulau sangat berbeda.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali yang juga menjabat sebagai Ketua BPPD Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, Bali memerlukan destinasi penunjang.

Baca Juga:  BPPD Tunjuk Perwakilan Promosi dan Pemasaran Pariwisata NTB di Korea Selatan

Ini, sambung Cok Ace kerap Wagub Bali disapa, untuk memperpanjang masa kunjungan bukan hanya di Bali, namun juga di Indonesia. “Jadi yang diuntungkan bukan hanya Bali, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan,” tuturnya.

Keduanya bersepakat bahwa pemerintah perlu mendorong beberapa hal. Diantaranya membuka jalur penerbangan lebih banyak lagi, dan membuat konsep kunjungan terpadu, tidak hanya fokus pada satu destinasi saja.

Untuk menuju kesana dibutuhkan riset dan promosi yang strategis dengan melibatkan peran pemerintah. Diakhir pertemuan, kedua belah pihak menyepakati tindak lanjut kerja sama dalam sebuah nota kesepahaman yang lebih detail.

Baca Juga:  Sky Lancing Tawarkan Modus Selfie Laboratory

Penting bagi kedua daerah membagi peran sesuai dengan kekuatan pariwisata masing-masing yang berbeda sehingga ke depannya pariwisata dapat menjadi katalisator kesejahteraan masyarakat. (red) 

Artikel sebelumyaKecam Keras, APH Diminta Bertindak
Artikel berikutnyaDisnakeswan NTB Didorong Intens Berkoordinasi