PENDIDIKAN

Guru Matematika di NTB Harus Menyenangkan

128
Gubernur NTB, Dr H Zulkieflimansyah didampingi Ketua TP PKK NTB yang juga istri Gubernur NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Jum’at (19/8) lalu, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Jihadul Muslimin Nahdlatul Wathan (NW) Batu Pengilik, Desa Lando, Kecamatan Terare, Kabupaten Lombok Timur.

Dikesempatan itu, orang nomor satu di NTB tersebut menekankan beberapa hal penting. Terutama berkaitan dengan dunia pendidikan, khususnya mata pelajaran Matematika. “Banyak anak-anak memiliki cita-cita jadi dokter, jadi polisi, tentara dan lainnya,” ungkapnya.

“Namun itu semua, mensyaratkan pelajaran matematika harus bagus. Karena kelemahan pondok pesantren biasanya tuan guru pintar menceritakan sejarah, pintar bercerita tentang ilmu agama,” imbuh mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut.

Baca Juga:  Poltekpar Lombok Terus Berkontribusi Dukung Kebangkitan Pariwisata NTB

Seorang guru, diharapkan dapat menjadi pendidik yang menyenangkan bagi peserta didiknya. Tak terkecuali bagi guru matematika, kimia dan fisika. “Giliran guru matematikanya kurang bagus, guru yang menakutkan, wajahnya menyeramkan dan lain sebagainya,” ujarnya sembari diwarnai tawa hadirin.

“Karena itu, kedepannya harus dirubah guru matematika, kimia dan fisika harus diajarkan oleh guru-guru yang menyenangkan. Sehingga anak pun akan mencintai pelajarannya,” sambung Doktor Ekonomi Industri tersebut.

Maka dari itu, kata Bang Zul kerap Gubernur NTB disapa, ponpes di NTB diharapkan terus dapat berkembang serta memiliki tenaga pendidik yang menyenangkan. Terutama guru mata pelajaran matematikanya. “Semoga, pondok pesantren kita ini kedepannya terus berkembang dan memiliki guru matematika yang baik,” harap Bang Zul.

Baca Juga:  Pemprov NTB Terus Perjuangkan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Sementara itu, Ustadz Safaruddin selaku Pimpinan Ponpes Jihadul Muslimin Nahdlatul Wathan (NW) Batu Pengilik menyampaikan terimakasih suatu keberkahan dan patut disyukuri atas kedatangan Gubernur.

“Semoga membawa keberkahan, manfaat dan hikmah-hikmah di dalamnya untuk kemajuan desa Lando dan Desa Jenggik yang menjadi sumber santri Ponpes,” ujarnya.

Menurutnya, dalam rentang waktu berjalan, kini ponpes berusia 8 tahun dengan memiliki banyak kekurangan dalam mengabdikan diri untuk membangun umat dan bangsa serta mendidik anak-anak sebagai generasi penerus kedepan.

Baca Juga:  Pemprov NTB Terus Perjuangkan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

“Dalam waktu 8 tahun, Ponpes ini sudah memiliki 4 Lembaga diantaranya lembaga PAUD, Madrasah Ibtidaiyah, SMP IT, dan Madrasah Aliyah. Sehingga kedepannya kita akan terus memaksimalkan baik dari tenaga pengajar, santri dan fasilitas lainnya,” tutupnya. (red) 

Artikel sebelumyaWagub Tegaskan Posyandu Keluarga Modal Tangani Stunting di NTB
Artikel berikutnyaHarga Beras Indonesia Dinilai Lebih Mahal dari Negara Lain