
NUSRAMEDIA.COM — Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, secara resmi membuka kegiatan Pentas Dakwah II tingkat Kabupaten Sumbawa yang digelar oleh Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-4 BKMT, yang berlangsung di Desa Semamung, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa-NTB pada sabtu lalu.
Dalam sambutannya, Wabup Ansori menyampaikan apresiasi atas konsistensi BKMT dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada BKMT yang telah berhasil menyelenggarakan kegiatan ini. InsyaAllah, ke depan pemerintah daerah akan memberikan dukungan yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk terus mendukung aktivitas BKMT sebagai bagian dari pembinaan umat sekaligus pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Kekuatan ekonomi dan kemajuan suatu daerah, kata Ansori, tidak lepas dari sejauh mana perempuan diberdayakan secara optimal.
“Suatu daerah yang kuat ekonominya salah satunya karena kaum perempuannya diberdayakan dengan baik. Untuk itu, BKMT diharapkan terus meningkatkan perannya dalam memajukan daerah melalui pemberdayaan majelis taklim,” ungkapnya.
Pentas Dakwah II BKMT tingkat Kabupaten Sumbawa ini diikuti oleh delapan pengurus cabang BKMT dari berbagai kecamatan. Para peserta berkompetisi dalam enam cabang lomba, yaitu Mars BKMT, Qasidah Lasqi, Asmaul Husnah, Tausiyah, Hafalan Juz 30, serta Cerdas Cermat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Maret 2026 ini, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, memperkuat syiar Islam, serta meningkatkan kapasitas majelis taklim dalam membina masyarakat.
Melalui momentum ini, diharapkan BKMT semakin berperan aktif sebagai motor penggerak pemberdayaan umat, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berdaya, dan sejahtera. (*)













