Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot-Mohamad Ansori. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Bupati Syarafuddin Jarot dan Wakil Bupati Mohamad Ansori mencatat progres awal dalam merealisasikan salah satu janji politik utama mereka: peningkatan signifikan pendapatan daerah.

Dalam 12 program prioritas yang dicanangkan, pemerintahan Jarot–Ansori menargetkan kenaikan pendapatan daerah hingga 50 persen dalam lima tahun, atau rata-rata sekitar 10 persen setiap tahun. Pada tahun pertama kepemimpinan, capaian tersebut tidak hanya tercapai, tetapi melampaui target tahunan.

Data keuangan daerah menunjukkan total pendapatan Kabupaten Sumbawa pada tahun 2025 mencapai Rp2.344.039.765.235, meningkat 11,13 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp2.109.335.628.713. Kenaikan sebesar lebih dari Rp234 miliar ini menjadi sinyal positif terhadap arah kebijakan fiskal daerah.

Baca Juga:  Mutasi sebagai Momentum Konsolidasi Kebijakan: Catatan Birokrasi NTB Memasuki Tahun Kedua

Fondasi Fiskal untuk Pembangunan

Bupati Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa peningkatan pendapatan bukan sekadar capaian angka dalam laporan keuangan, melainkan fondasi strategis untuk memperluas ruang fiskal pembangunan.

Menurutnya, ruang fiskal yang lebih kuat memungkinkan pemerintah daerah untuk: Mempercepat realisasi program prioritas, Meningkatkan kualitas layanan publik, Memperkuat infrastruktur dasar dan Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pendapatan daerah yang meningkat memberi kita kapasitas lebih besar untuk bergerak. Ini bukan sekadar soal angka, tetapi tentang kemampuan pemerintah menghadirkan pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga:  Ramadan dan Setahun Kepemimpinan, Bupati Jarot Ajak Sumbawa Berlari Mengejar Kemajuan

Strategi Optimalisasi Pendapatan

Kenaikan dua digit ini mencerminkan sejumlah langkah strategis yang dilakukan pemerintah daerah, antara lain:

• Penguatan tata kelola dan transparansi pendapatan
• Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD)
• Peningkatan koordinasi fiskal dengan pemerintah pusat dan provinsi
• Intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan

Pendekatan ini menjadi bagian dari reformasi pengelolaan keuangan daerah yang diusung pemerintahan Jarot–Ansori sejak awal masa jabatan.

Momentum Konsistensi

Capaian 11,13 persen pada tahun pertama menjadi indikator bahwa target kenaikan 50 persen dalam lima tahun berada di jalur yang realistis. Namun, konsistensi dan keberlanjutan strategi tetap menjadi kunci.

Baca Juga:  Pemprov NTB Luruskan Isu Meroketnya Cabai, Ajak Semua Pihak Jaga Stabilitas Harga

Jika tren pertumbuhan ini terjaga, Kabupaten Sumbawa berpeluang memiliki kapasitas fiskal yang jauh lebih kuat pada akhir periode kepemimpinan, sekaligus memperbesar peluang akselerasi pembangunan di berbagai sektor strategis.

Tahun pertama menjadi awal yang menjanjikan—tantangan berikutnya adalah menjaga ritme pertumbuhan dan memastikan setiap kenaikan pendapatan benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa. (*)