Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarif Hidayat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mengungkapkan sebanyak tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara oleh pemerintah.

Ketiga fasilitas tersebut masing-masing berada di Kecamatan Tarano, Empang, dan Lunyuk. Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarif Hidayat, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan dengan alasan berbeda.

Untuk SPPG Tarano dan Empang, penghentian sementara disebabkan persoalan internal pengelolaan. Sementara SPPG Lunyuk ditutup karena adanya dugaan kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Sumbawa Garap 897,5 Hektare Lahan Oplah, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp4,128 Miliar

“Tiga unit SPPG yang ditutup sementara tersebut berada di Kecamatan Tarano, Empang, dan Lunyuk. Khusus untuk SPPG Lunyuk kami masih menunggu hasil uji dari BBPOM,” ujarnya kepada wartawan.

Sarif menambahkan, pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut untuk diuji lebih lanjut di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat memastikan penyebab pasti dugaan keracunan, apakah berasal dari makanan program MBG atau sumber lain di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Bank NTB Syariah Cermati Wacana Pengalihan Gaji ASN, Siapkan Alternatif Pendanaan

“Sampelnya masih diuji di BBPOM, kami masih menunggu hasilnya. Apakah dugaan keracunan disebabkan oleh makanan MBG atau dari makanan lain yang ada di sekolah,” jelasnya.

Ia menegaskan, selama masa penghentian sementara, ketiga SPPG tersebut tidak diperbolehkan melakukan aktivitas operasional apa pun hingga ada keputusan lebih lanjut. Pemerintah juga mengingatkan adanya sanksi apabila pengelola tetap memaksakan kegiatan.

“Masih kita hentikan untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami pun meminta kepada pengelola SPPG untuk tetap memperhatikan kebersihan makanan yang akan diberikan kepada para siswa,” tegasnya.

Baca Juga:  Bapenda NTB dan Lombok Tengah Perkuat Sinergi Pemungutan Opsen Pajak Daerah

Pemerintah daerah berharap proses pengujian laboratorium dapat segera selesai sehingga kejelasan penyebab kejadian dapat diketahui dan pelayanan program MBG dapat kembali berjalan optimal dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat. (*)