Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarif Hidayat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa mengungkapkan sebanyak tiga unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditutup sementara oleh pemerintah.

Ketiga fasilitas tersebut masing-masing berada di Kecamatan Tarano, Empang, dan Lunyuk. Kepala Dinas Kesehatan Sumbawa, H. Sarif Hidayat, menjelaskan bahwa penutupan dilakukan dengan alasan berbeda.

Untuk SPPG Tarano dan Empang, penghentian sementara disebabkan persoalan internal pengelolaan. Sementara SPPG Lunyuk ditutup karena adanya dugaan kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Wabup Sumbawa Instruksikan Operasi Rutin Tekan Kasus HIV 2026

“Tiga unit SPPG yang ditutup sementara tersebut berada di Kecamatan Tarano, Empang, dan Lunyuk. Khusus untuk SPPG Lunyuk kami masih menunggu hasil uji dari BBPOM,” ujarnya kepada wartawan.

Sarif menambahkan, pemerintah daerah telah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu kejadian tersebut untuk diuji lebih lanjut di laboratorium Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM).

Hasil pengujian tersebut diharapkan dapat memastikan penyebab pasti dugaan keracunan, apakah berasal dari makanan program MBG atau sumber lain di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Soal 39 Ribu PBI-JKN yang Dinonaktifkan, Pemkab Sumbawa Siapkan Langkah Strategis

“Sampelnya masih diuji di BBPOM, kami masih menunggu hasilnya. Apakah dugaan keracunan disebabkan oleh makanan MBG atau dari makanan lain yang ada di sekolah,” jelasnya.

Ia menegaskan, selama masa penghentian sementara, ketiga SPPG tersebut tidak diperbolehkan melakukan aktivitas operasional apa pun hingga ada keputusan lebih lanjut. Pemerintah juga mengingatkan adanya sanksi apabila pengelola tetap memaksakan kegiatan.

“Masih kita hentikan untuk sementara hingga waktu yang tidak ditentukan. Kami pun meminta kepada pengelola SPPG untuk tetap memperhatikan kebersihan makanan yang akan diberikan kepada para siswa,” tegasnya.

Baca Juga:  Enam Tambak Udang PMA di Sumbawa Ditutup Sementara

Pemerintah daerah berharap proses pengujian laboratorium dapat segera selesai sehingga kejelasan penyebab kejadian dapat diketahui dan pelayanan program MBG dapat kembali berjalan optimal dengan standar keamanan pangan yang lebih ketat. (*)