NASIONAL

Usai Bersama Ketua TKN Prabowo-Gibran, Malam Ini Diundang Tim Ganjar, Bang Zul : “Saya Pasti Datang”

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan Kepala Daerah (BPKD) sekaligus Juru Bicara AMIN yang juga Gubernur NTB Periode 2018-2023, Dr. H. Zulkieflimansyah. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Gerak langkah politik Dr. H. Zulkieflimansyah patut dicontoh dan diapresiasi. Pasalnya, dengan pola merangkul penuh kebersamaan, itulah yang terbangun mampu ditunjukkan oleh seorang politisi senior PKS ini.

Betapa tidak, meski berbeda Capres/Cawapres, pria yang kerap disapa Bang Zul telah mampu menunjukkan kematangan dan kedewasaan dalam berpolitik. Dimana jalinan baik tanpa pandang bulu terhadap sesama, mampu tetap dijaganya dengan baik.

Sebelumnya Bang Zul bertemu dan bersikaturahim dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Jakarta. Kini ia justru diundang oleh Tim Capres Ganjar Pranowo untuk hadir dalam sebuah acara dialog bersama Milenial di Kota Mataram.

Hal ini pun tak ditampik oleh Bang Zul. Menurut dia, tadi ia sempat ditelpon oleh Tim Ganjar Pranowo, yang mana dirinya diminta hadir turut membersamai acara dialog Ganjar Pranowo dengan para pemuda di Kota Mataram.

“Barusan saya ditelpon oleh Timnya Mas Ganjar untuk hadir bersama Mas Ganjar bertemu dan berdialog dengan anak-anak muda kita. Nanti malam (Minggu 2/12/2023) bersama Mas Ganjar Pranowo Calon Presiden kita di Dapur Sasak di Mataram,” ungkapnya.

Baca Juga:  Johan Rosihan Nilai Pemerintah Gagal Dalam Hal Produksi dan Tata Kelola

“Tentu yang mengundang saya ini tahu betul bahwa saya ini Ketua DPP PKS dan saya ini salah seorang Juru Bicara Pasangan Capres Cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Dan tim nya Mas Ganjar ini kenal saya baik, bahwa walaupun saya dan partai saya mendukung Mas Anies, kalau saya diundang Mas Ganjar, saya pasti datang,” jelas Bang Zul.

Mantan anggota DPR RI tiga periode tersebut juga mengungkapkan jalinan hubungan yang terjalin baik antara dirinya dengan Ganjar Pranowo. “Mas Ganjar bukan orang lain bagi saya. Beliau sohib dan tetangga saya di Kalibata, ketika sama-sama di DPR dulu. Jadi walaupun pilihan politik kami berbeda, itu semua tak akan memutus silaturrahim dan persahabatan kami,” tegas Bang Zul.

Menurut dia, gerak langkah yang dilakoninya tidak menutup kemungkinan ada yang pro dam kontra. Meski demikian, hal iti dinilai Gubernur NTB Periode 2018-2023 ini adalah yang biasa di zaman ini. “Tentu ada yang pro dan kontra. Ada yang setuju, ada yang tidak. Biasalah jaman sekarang,” ucapnya santai sembari tersenyum.

Baca Juga:  Johan Rosihan Nilai Pemerintah Gagal Dalam Hal Produksi dan Tata Kelola

“Tapi yang ingin saya sampaikan disini kepada sahabat-sahabat semua sebenarnya sederhana, Mas Ganjar ini tamu kita. Beliau bukan orang sembarangan. Beliau ini calon presiden kita semua. Beliau bukan hanya calon presiden dari PDIP, Perindo, PPP, Hanura dan lainnya, tapi beliau calon presiden kita semua,” urainya memberikan pencerahan.

Bahkan secara terbuka, Bang Zul juga mengajak sejumlah parpol lainnya untuk turut serta membersamai Ganjar Pranowo malam ini. “Jadi kalau ada kesempatan seperti malam ini, siapa saja PKS, PKB, NasDem, Golkar siapa saja ayo datang, dengerin calon-caloj presiden kita seperti Mas Ganjar ini yg kebetulan datang ke tempat kita,” ajaknya.

“Apa gagasan dan ide-idenya, bagaimana rupa dan bahasa tubuhnya dan lain-lain, dan jangan lupa sampaikan masukan-masukan dari daerah kita untuk kepentingan daerah kita kedepan dan sebagainya. Hal yang sama juga akan kita lakukan ketika Mas Anis dan Pak Prabowo datang. Mereka pemimpin-pemimpin kita dan mereka milik kita semua,” imbuhnya.

Baca Juga:  Johan Rosihan Nilai Pemerintah Gagal Dalam Hal Produksi dan Tata Kelola

Dikatakannya, jika pola politik menyejukan seperti ini masih sulit diterapkan ditingkat pusat, maka ia mengajak agar dapat dimulai dari NTB. “Kalau di level Nasional masih sulit. Ayo kita mulai dari daerah kita di NTB ini. Menghadirkan politik yang sejuk, yang guyup dan penuh persahabatan dan kehangatan,” ajak Bang Zul.

“Yakni menghadirkan politik yang tak terkotak-kotak oleh partai politik, suku dan agama. Partai dan cAlon boleh saja berbeda, tapi persahabatan dan persaudaraan kita tak boleh terganggu sama sekali (dalam menyikapi momen politik). Tidak mudah memang, tapi bukankah perjalanan panjang selalu harus di mulai denga langkah pertama?,” demikian Doktor Ekonomi Industri ini menambahkan. (red)