
NUSRAMEDIA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah menyusun gambaran umum kondisi daerah sebagai dasar perumusan arah pembangunan jangka menengah berikutnya.
Kajian komprehensif yang memotret capaian dan dinamika 2020–2024 ini mencakup aspek geografi, demografi, kesejahteraan masyarakat, daya saing daerah, hingga pelayanan umum.
Kepala Bappeda NTB, Dr. Iswandi, menegaskan bahwa pemetaan tersebut bukan sekadar pemenuhan kewajiban dokumen, melainkan fondasi strategis bagi pembangunan lima tahun ke depan.
“Kami ingin memastikan arah pembangunan NTB benar-benar berangkat dari data dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya Kepala Bappeda NTB yang dikenal santun dan ramah tersebut.
POTRET GEOGRAFI : LOMBOK-SUMBAWA BAWA KARAKTER BERBEDA
Secara geografis, NTB berada di kawasan kepulauan strategis dengan dua pulau utama, Lombok dan Sumbawa, serta 401 pulau kecil. Karakter tiap wilayah menghasilkan pola ekonomi yang berbeda.
Bahkan sekaligus menjadi kekayaan yang harus dikelola secara terpadu. “Setiap wilayah membawa kekuatannya sendiri dan ini harus kita kelola sebagai satu kesatuan pembangunan,” kata Iswandi.
PEMETAAN POTENSI : LOMBOK DINAMIS, SUMBAWA BERKEKUATAN JANGKA PANJANG
Pulau Lombok memiliki lanskap yang lengkap, mulai dari dataran rendah hingga kawasan pegunungan Rinjani. Wilayah tengah menjadi sentra produksi padi dan hortikultura.
Sementara daerah selatan–barat berkembang pesat sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Disisi lain, Pulau Sumbawa memiliki bentang alam luas dengan karakter lebih kering.
Perbukitan mendukung aktivitas peternakan dan perkebunan, sedangkan pesisir seperti Teluk Saleh, Samota, dan Teluk Bima kaya dengan potensi perikanan dan garam.
“Sumbawa ini punya fondasi ekonomi yang kuat, terutama di peternakan dan perikanan. Hilirisasi harus menjadi kunci,” tegas Iswandi.
TOPOGRAFI BERAGAM, RUANG DAN EKONOMI KIAN TERARAH
Analisis topografi menunjukkan 34,96% wilayah NTB memiliki kemiringan 15–40%, sementara 16,80% berupa lahan datar yang ideal untuk permukiman dan pertanian.
Lombok didominasi area datar, sedangkan Sumbawa lebih banyak memiliki perbukitan yang cocok untuk pengembangan peternakan dan perkebunan.
Posisi NTB yang berada di jalur internasional ALKI II juga memperkuat peluang daerah dalam sektor ekspor, logistik, dan pengembangan hub maritim.
“Wilayah kita dilalui jalur internasional. Ini peluang besar untuk memperkuat perdagangan laut dan konektivitas ekonomi,” ujarnya.
ARAH PEMBANGUNAN : SELURUH POTENSI HARUS BERGERAK SEREMPAK
Iswandi menutup pemaparannya dengan menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjalankan strategi pembangunan. Menurutnya, seluruh modal geografis, alam, hingga demografis akan memberi dorongan signifikan.
Ini apabila, dikembangkan secara terpadu. “Kalau semua potensi ini berjalan terpadu, NTB bukan hanya tumbuh, tetapi bisa melompat lebih cepat,” pungkas Kepala Bappeda NTB Iswandi. (*)













