NASIONAL

Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB Kompak Kenakan Pakaian Adat

Suasana di Gedung Graha Bhakti Praja lingkup Kantor Gubernur NTB nampak berbeda dari biasanya. Pasalnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB nampak kompak mengenakan pakaian adat. (Ist)

NUSRAMEDIA.COM — Suasana di Gedung Graha Bhakti Praja lingkup Kantor Gubernur NTB nampak berbeda dari biasanya. Pasalnya, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB nampak kompak mengenakan pakaian adat.

Ternyata tepat pada Minggu (10/12/2023) kemarin, para pejabat Pemprov itu sedang mengikuti sebuah perlombaan. Yakni lomba mengenakan sekaligus memperagakan pakaian adat sasambo (sasak, samawa dan mbojo).

Dimana pakaian adat itu merupakan tradisi khas yang memiliki makna mendalam di NTB. Merekapun nampak berlomba. Perlombaan ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi NTB.

Baca Juga:  Johan Rosihan Nilai Pemerintah Gagal Dalam Hal Produksi dan Tata Kelola

Lomba itu bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan kekayaan budaya daerah, khususnya busana tradisional. Sasambo, sebagai salah satu jenis kain tenun khas NTB. Dipilih untuk menjadi tema lomba agar OPD dapat ikut serta.

Sehingga perayaan HUT DWP penuh dengan nuansa tradisional. Para Kepala OPD pun nampak menikmati dan sangat antusias. Mereka memamerkan keindahan dan keunikan baju adat Sasambo. Setiap peserta berusaha menampilkan kreativitas.

Terutama dalam memadukan aksen tradisional dengan gaya kontemporer, menggambarkan kebanggaan terhadap warisan budaya NTB. Ketua DWP NTB Hj Lale memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta. Dengan gelaran lomba tersebut menjadi wadah melestarikan keindahan dan kekayaan budaya darah NTB.

Baca Juga:  Johan Rosihan Nilai Pemerintah Gagal Dalam Hal Produksi dan Tata Kelola

“Gelaran lomba ini sangat positif. Selain memeriahkan acara HUT DWP, kita juga dapat bersama-sama merayakan dan melestarikan keindahan budaya daerah,” ucapnya pada Minggu (10/12/2023). Acara ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang berkelanjutan dalam memeriahkan perayaan HUT DWP NTB, sekaligus menjadi ajang memupuk kecintaan terhadap warisan budaya daerah. (red)